Monday, October 7, 2013

Contoh Cerpen

Pada Malam Bulan Puasa
                Pada saat pertengahan bulan puasa bertepatan dg malam jum’at kliwon q dan tman-tman bermain petak umpet. Sebelumnya kami mencari tempat yg cocok untuk bermain, Kami sepakat untuk bermain di sebelah rumah kosong yg tidak jauh dari rumah ku.
            Diawal permainan aku yg berjaga sampai yg ketiga kali q berjaga aku melihat ada org berbaju putih yg bersembunyi di balik tembok, tpy tak aku hiraukan krn temanku tdk ada yg memakai baju putih. Saat temanku yg jaga, kami bersembunyi di dalam rumah kosong pada awalnya tidak apa-apa agak lama kemudian ada yg mendengar org yg bercakap-cakap di dalam kamar.
            Lalu, ada aku melihat org yg berbaju putih yg sama saat aku mencari teman-temanku dan dia muncul dari kamar dan ternyata  SETAAAAAAAAAAAAAN!!!!!!!!!!! Kami bergegas lari keluar sampai ada yg terbentur pintu ada yg terbentur cendela ada yg jatuh karena sangat takut. Sejak itu kami tidak bermain disitu lagi.
            Jam sudah hampir menunjukan  pukul  10 kami bermain sepak bola dipinggir jalan raya di sana sanggat sepi dan hampir tidak ada yg lewat. Setelah hampir satu jam bermain kami mulai kelelahan sampai ada yg salah tendang ke pinggir bambu yg sangat banyak dan terkesan menakutkan, Saat feri mengambil bola dia mendengar suara  perempuan menangis diatas pohon diapun melihatnya Dan..,,..!! ternyata tidak apa-apa, saat menoleh kedepan sesosok wanita berbaju merah muncul di hadapannya dia berteriak “ha.ha.hantuuuuuuuuuuuu” sambil lari terbirit-birit.
            Aku”ada kok kamu sampai gemeteran seperti itu”.”Aku melihat ada sesosok wanita berbaju merah yg sangat menakutkan saat mengambil bola tadi”jawab feri. Aku”emng ini hari yg sangat menakutkan”.
            Jarum jam menunjukan pukul 12 kami bermain karambol di depan rumah diki , kami membuat kesepakatan yg kalah di beri tepung. Aku hampir kalah truz sampai wajah ku penuh tepung, akhirnya aku bisa menang meski hanya satu kali. Saat kami hampir selesai bermain Adi melihat ada yg bayangan besar tinggi di belakang tubuhku, aku mulai takut dan terpaksa menoleh untuk memastikannya benar / tidak. Saat aku sudah menoleh ada org tinggi besar beridi di belakangku, tanpa memberi respon aku langsung pingsan.
            aku terbangun saat sudah mulai patrol aku bersukur tidak terlambat. Kami mulai patrol dari desa paling selatan, di tengah-tengah prjalanan diki melihat ada yg bayangan org yg terbang di atas kepalanya. Dia tidak menghiraukannya, setelah selesai kita pulang kerumah masing-masing untuk sahur. Saat mau tidur aku masih terbayang hal-hal tadi sampai tidak bisa tidur.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.