Pada Malam Bulan Puasa
Pada saat pertengahan bulan puasa bertepatan dg malam
jum’at kliwon q dan tman-tman bermain petak umpet. Sebelumnya kami mencari
tempat yg cocok untuk bermain, Kami sepakat untuk bermain di sebelah rumah
kosong yg tidak jauh dari rumah ku.
Diawal
permainan aku yg berjaga sampai yg ketiga kali q berjaga aku melihat ada org
berbaju putih yg bersembunyi di balik tembok, tpy tak aku hiraukan krn temanku
tdk ada yg memakai baju putih. Saat temanku yg jaga, kami bersembunyi di dalam
rumah kosong pada awalnya tidak apa-apa agak lama kemudian ada yg mendengar org
yg bercakap-cakap di dalam kamar.
Lalu,
ada aku melihat org yg berbaju putih yg sama saat aku mencari teman-temanku dan
dia muncul dari kamar dan ternyata
SETAAAAAAAAAAAAAN!!!!!!!!!!! Kami bergegas lari keluar sampai ada yg
terbentur pintu ada yg terbentur cendela ada yg jatuh karena sangat takut.
Sejak itu kami tidak bermain disitu lagi.
Jam
sudah hampir menunjukan pukul 10 kami bermain sepak bola dipinggir jalan
raya di sana sanggat sepi dan hampir tidak ada yg lewat. Setelah hampir satu
jam bermain kami mulai kelelahan sampai ada yg salah tendang ke pinggir bambu
yg sangat banyak dan terkesan menakutkan, Saat feri mengambil bola dia
mendengar suara perempuan menangis
diatas pohon diapun melihatnya Dan..,,..!! ternyata tidak apa-apa, saat menoleh
kedepan sesosok wanita berbaju merah muncul di hadapannya dia berteriak
“ha.ha.hantuuuuuuuuuuuu” sambil lari terbirit-birit.
Aku”ada
kok kamu sampai gemeteran seperti itu”.”Aku melihat ada sesosok wanita berbaju
merah yg sangat menakutkan saat mengambil bola tadi”jawab feri. Aku”emng ini
hari yg sangat menakutkan”.
Jarum
jam menunjukan pukul 12 kami bermain karambol di depan rumah diki , kami
membuat kesepakatan yg kalah di beri tepung. Aku hampir kalah truz sampai wajah
ku penuh tepung, akhirnya aku bisa menang meski hanya satu kali. Saat kami
hampir selesai bermain Adi melihat ada yg bayangan besar tinggi di belakang
tubuhku, aku mulai takut dan terpaksa menoleh untuk memastikannya benar /
tidak. Saat aku sudah menoleh ada org tinggi besar beridi di belakangku, tanpa
memberi respon aku langsung pingsan.
aku
terbangun saat sudah mulai patrol aku bersukur tidak terlambat. Kami mulai patrol
dari desa paling selatan, di tengah-tengah prjalanan diki melihat ada yg
bayangan org yg terbang di atas kepalanya. Dia tidak menghiraukannya, setelah
selesai kita pulang kerumah masing-masing untuk sahur. Saat mau tidur aku masih
terbayang hal-hal tadi sampai tidak bisa tidur.

0 comments:
Post a Comment