Tuesday, October 29, 2013

Peristiwa-peristiwa politik dan ekonomi pasca kedaulatan








A. Proses kembali ke Negara Kesatuan RI (NKRI)
Penandatangan pengakuan kedaulatan tersebut  dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 1949. Dengan diakuinya kedaulatan Indonesia ini maka bentuk Negara Indonesia adalah menjadi Negara serikat dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sedangkan undang-undang dasar atau konstitusi yang digunakan adalah Undang-Undang Dasar RIS.
        Salah satu dari hasil Konferensi Meja Bundar adalah bahwa Indonesia menjadi Ngeara Republik Indonesia Serikat (RIS).Selanjutnya setelah KBM kemudian dilaksanakan pengakuan kedaulatan dari Belanda kepada RIS pada tanggal 27 Desember 1949. Berdasarkan UUD RIS bentuk Negara kita adalah federal,yang terdiri dari tujuh Negara dan Sembilan daerah otonom. Adapun tujuh Negara bagian RIS tersebut yaitu :
1.    Sumatra Timur
2.   Sumatera Selatan
3.   Pasundan
4.   Jawa Timur
5.   Madura
6.   Negara Indonesia Timur,dan
7.   Republik Indonesia (RI)
Sedangkan Kesembilan daerah otonom itu adalah :
1.    Riau
2.   Bangka
3.   Belitung
4.   Kalimantan Barat
5.   Dayak Besar
6.   Banjar
7.   Kalimantan Tenggara
8.   Kalimantan Timur,dan
9.   Jawa Tengah

Negara-negara bagian diatas serta daerah-daerah otonom merupakan negara boneka ( tidak dapat berdiri sendiri) adalah ciptaan Belanda. Negara-negara boneka ini dimaksudkan akan dikendalikan Belanda yang bertujuan untuk mengalahkan RI yang ikut juga ikut didalamnya.
Oleh karena itu setelah RIS kira-kita berusia enam bulan, suara-suara yang mengehendaki agar kembali ke bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia semakin menguat.Kedudukan golongan mereka yang setuju dengan bentuk Negara serikat (golongan federalis) Semakin mterlihat kejahatannya ketika Sultan Hamid dari Kalimantan Barat yang menjabat sebagai Mentri Negara bersekongkol dengan wasterling.
Raymond Wasterling melakukan aksi pembantaian terhadap ribuan rakyat di Sulawesi Selatan yang tidak berdosa dnegan menggunakan APRAnya.Pertualangan APRA (Angkatan Perahu RAtu Adil) di Bandung pada bulan Januari 1950 menjadikan Rakyat semakin tidak puas terhadap kondisi pemerintah RIS.
Pada bulan Februari 1950 pemerintah RIS mengeluarkan undangan-undangan darurat yang isinya pemerintah Pasundan menyerahkan kekuasaan pada Komirsaris Negara (RIS). Pada akhir Maret 1950 tinggal empat Negara bagian saja dalam RIS, yakni Kalimantan Barat,Sumatera Timur, Negara Indonesia Timur dan RI setelah diperluas.
Melihat dukungan untuk kembali ke NKRI semakin luas, maka diselenggarakanlah pertemuan anatara Moh. Hatta dari RIS,Sukmawati dari Negara Indonesia Timur dan Mansur dari Negara Sumatera Timur. Akhirnya pada tanggal 19 Mei 1950 diadakanlah konferensi antara wakil-wakil RIS yang juga mewakili NIT dan Sumatera Timur dengan RI dijakarta.
Dalam konferensi ini dicapai kesepakatan untuk kembali ke NKRI, kesepakatan ini sering disebut juga piagam persetujua,yang isinya sebagai berikut :
1.    Kesediaan bersama untuk membentuk Negara kesatuan sebagai penjelma dari Negara RIS yang berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945.
2.   Penyempurnaan Konstitusi RIS, dengan memasukkan bagian-bagian penting dari UUD RI tahun 1945.
Proses kembali ke NKRI tersebut dilakukan dengan cara mengubah Undang-Undang Dasar RIS menjadi Undnag-Undang Dasar Sementara RI. UUD sementara RI disahkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dan mulai berlaku tanggal 17 Agustus 1950.
Dengan demikian undnag-undang dasar sementara ini diterapkan adalah Demokrasi Liberal dnegan system Kabinet Parlementer.Jadi berbeda dengan UUD 1945 yang menggunakan Sisitem Kabinet Presidensil.

B. Pemilihan Umum I Tahun 1955 di Tingkat Pusat dan Daerah
Semenjak Indonesia menggunakan sistem Kabinet Parlementer keadaan politik tidak stabil. Partai - partai politik tidak bekerja untuk kepentingan rakyat akan tetapi hanya untuk kepentingan golongannya saja. Wakil - wakil rakyat yang duduk di Parlemen merupakan wakil - wakil partai yang saling bertentangan. Keadaan yang demikian rakyat menginginkan segera dilaksanakan pemilihan umum. Dengan pemilihan umum diharapkan dapat terbentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sehingga dapat memperjuangkan aspirasi rakyat sehingga terbentuk pemerintahan yang stabil. Pemilihan Umum merupakan program pemerintah dari setiap kabinet, misalnya kabinet Alisastroamijoyo I bahkan telah menetapkan tanggal pelaksanaan pemilu. Akan tetapi Kabinet Ali I tersebut sudah jatuh sebelum melaksanakan Pemilihan Umum. Akhirnya pesta demokrasi rakyat tersebut baru dapat dilaksanakan pada masa pemerintahan Kabinet Burhanuddin Harahap. Pelaksanaan Pemilihan Umum sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan Panitia Pemilihan Umum Pusat dilaksanakan dalam dua gelombang, yakni :
1.    Gelombang I, tanggal 29 September 1955 untuk memilih anggota- anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan
2.   Gelombang II, tanggal 15 Desember 1955 untuk memilih anggota- anggota Konstituante (Badan Pembuat Undang Undang Dasar).

Suatu pesta demokrasi nasional pertama kali yang diadakan sejak Indonesia merdeka itu dilakukan oleh lebih dari 39 juta rakyat Indonesia. Mereka mendatangi tempat-tempat pemungutan suara guna menyalurkan haknya sebagai pemilih. Dalam pelaksanakannya, Indonesia dibagi dalam 16 daerah pemilihan yang meliputi 208 kabupaten, 2.139 kecamatan, dan 43.429 desa. Dalam Pemilihan Umum tersebut diikuti oleh banyak partai politik, organisasi, dan perorangan pun juga ikut, sehingga DPR terbagi dalam banyak fraksi di antaranya keluar sebagai empat besar adalah : (1) Fraksi Masyumi (60 anggota); (2) Fraksi PNI (58 anggota); (3) Fraksi NU (47 anggota); (4) Fraksi PKI (32 anggota). Seluruh anggota DPR hasil Pemilu I tersebut berjumlah 272 anggota, yaitu dengan perhitungan bahwa seorang anggota DPR mewakili 300.000 orang penduduk. Sedangkan anggota Konstituante berjumlah 542 orang. Pada tanggal 25 Maret 1956 DPR hasil pemilihan umum dilatik. Sedangkan anggota konstituante dilantik pada tanggal 10 November 1956. Pemilihan Umum I tahun 1955 berjalan secara demokratis, aman, dan tertib sehingga merupakan suatu prestasi yang luar biasa di mana rakyat telah dapat menyalurkan haknya tanpa adanya paksaan dan ancaman. Walaupun Pemilu berjalan sukses akan tetapi hasil dari Pemilu tersebut belum dapat memenuhi harapan rakyat karena masing - masing partai masih mengutamakan kepentingan partainya daripada untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu pada waktu itu masih mengalami krisis politik dan berakibat lahirnya Demokrasi Terpimpin.
C. Dekrit Presiden Tanggal 5 Juli 1959 dan Pengaruh yang Ditimbulkannya

Pada Pemilu I tahun 1955 rakyat selain memilih anggota DPR juga memilih anggota badan Konstituante. Badan ini bertugas menyusun Undang Undang Dasar sebab ketika Indonesia kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tanggal 17 Agustus 1945 menggunakan Undang Undang Dasar Sementara (1950). Sejak itu pula di negara kita diterapkan Demokrasi Liberal dengan sistem Kabinet Parlementer. Pertentangan antarpartai politik seringkali terjadi. Situasi politik dalam negeri tidak stabil dan di daerah-daerah mengalami kegoncangan karena berdirinya berbagai dewan, seperti Dewan Manguni di Sulawesi Utara, Dewan Gajah di Sumatera Utara, Dewan Banteng di Sumatera Tengah, Dewan Garuda di Sumatera Selatan, Dewan Lambung Mangkurat di Kalimantan Selatan yang kemudian menjadi gerakan yang ingin memisahkan diri.
Karena keadaan politik yang tidak stabil maka Presiden Soekarno pada tanggal 21 Februari 1957 mengemukakan konsepnya yang terkenal dengan “Konsepsi Presiden” yang isinya antara lain sebagai berikut.
1.    Sistem Demokrasi Liberal akan diganti dengan Demokrasi Terpimpin.
2.   Akan dibentuk “Kabinet Gotong Royong”, yang menteri-menterinya terdiri atas orang-orang dari empat partai besar ( PNI, Masyumi, NU, dan PKI).
3.   Pembentukan Dewan Nasional yang terdiri atas golongan-golongan fungsional dalam masyarakat. Dewan ini bertugas memberi nasihat kepada kabinet baik diminta maupun tidak.
Partai - partai Masyumi, NU, PSII, Katholik, dan PRI menolak konsepsi ini dan berpenadapat bahwa merubah susunan ketatanegaraan secara radikal harus diserahkan kepada konstituante. Karena keadaan politik semakin hangat maka Presiden Soekarno mengumumkan Keadaan Darurat Perang bagi seluruh wilayah Indonesia. Gerakan - gerakan di daerah kemudian memuncak dengan pemberontakan PRRI dan Permesta. Setelah keadaan aman maka Konstituante mulai bersidang untuk menyusun Undang Undang Dasar. Sidang Konstituante ini berlangsung sampai beberapa kali yang memakan waktu kurang lebih tiga tahun, yakni sejak sidang pertama di Bandung tanggal 10 November 1956 sampai akhir tahun 1958. Akan tetapi sidang tersebut tidak membuahkan hasil yakni untuk merumuskan Undang Undang Dasar dan hanya merupakan perdebatan sengit.
Perdebatan-perdebatan itu semakin memuncak ketika akan menetapkan dasar negara. Persoalan yang menjadi penyebabnya adalah adanya dua kelompok yakni kelompok partai - partai Islam yang menghendaki dasar negara Islam dan kelompok partai - partai non-Islam yang menghendaki dasar negara Pancasila. Kelompok pendukung Pancasila mempunyai suara lebih besar daripada golongan Islam akan tetapi belum mencapai mayoritas 2/3 suara untuk mengesahkan suatu keputusan tentang Dasar Negara (pasal 137 UUD S 1950). Pada tanggal 22 April 1959 di hadapan Konstituante, Presiden Soekarno berpidato yang isinya menganjurkan untuk kembali kepada Undang Undang Dasar 1945. Pihak yang pro dan militer mendesak kepada Presiden Soekarno untuk segera mengundangkan kembali Undang Undang Dasar 1945 melalui dekrit. Akhirnya pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Sukarno menyampaikan dekrit kepada seluruh rakyat Indonesia. Adapun isi Dekrit Presiden tersebut adalah:
1.    pembubaran Konstituante,
2.   berlakunya kembali UUD 1945, dan tidak berlakunya lagi UUD S 1950, serta
3.   pemakluman bahwa pembentukan MPRS dan DPAS akan dilakukan dalam waktu sesingkat - singkatnya.

Dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 maka negara kita memiliki kekuatan hukum untuk menyelamatkan negara dan bangsa Indonesia dari ancaman perpecahan. Sebagai tindak lanjut dari Dekrit Presiden 5 Juli 1959 maka dibentuklah beberapa lembaga negara yakni: Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS), Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS) maupun Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPR - GR). Dalam pidato Presiden Soekarno berpidato pada tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita”. Pidato yang terkenal dengan sebutan “Manifesto Politik Republik Indonesia” (MANIPOL) ini oleh DPAS dan MPRS dijadikan sebagai Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Menurut Presiden Soekarno bahwa inti dari Manipol ini adalah Undang-Undang
Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia. Kelima inti manipol ini sering disingkat USDEK.
Dengan demikian sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan bernegara ini baik di bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya. Dalam bidang politik, semua lembaga negara harus berintikan Nasakom yakni ada unsur Nasionalis, Agama, dan Komunis. Dalam bidang ekonomi pemerintah menerapkan ekonomi terpimpin, yakni kegiatan ekonomi terutama dalam bidang impor hanya dikuasai orang - orang yang mempunyai hubungan dekat dengan pemerintah. Sedangkan dalam bidang sosial budaya, pemerintah melarang budaya-budaya yang berbau Barat dan dianggap sebagai bentuk penjajahan baru atau Neo Kolonialis dan imperalisme (Nekolim) sebab dalam hal ini pemerintah lebih condong ke Blok Timur.

D. Dampak Persoalan Hubungan Pusat Daerah Terhadap Kehidupan Politik Nasional dan Daerah Sampai Awal Tahun 1960 an
        Semenjak diakuinya Kedulatan RI tanggal 27 Desember 1949 sampai 1960, Indonesia mengalami berbagai situasi sebagai dampak dari keadaan Politik nasional.
1.Hubungan Pusat-Daerah
Setelah memperoleh kedaulatan pada tanggal 27 Desember 1949 bangsa Indonesia telah berhasil melaksanakan agenda besar yakni Pemilihan Umum I tahun 1955. Terbentuknya Kabinet Ali Sastroamijoyo II pada tanggal 24 Maret tahun 1956 berdasarkan pertimbangan partai-partai dalam parlemen tidak berumur panjang karena mendapat oposisi dari daerah-daerah diluar jawa dengan alasan bahwa pemerintah mengabaikan pembangunan daerah.
        Pada Akhir tahun 1956 beberapa panglima militer diberbagai daerah memebentuk dewn-dewan yang ingin memisahkan diri dari peperintah pusat,yakni sebagai berikut.
1.    Pada tanggal 20 November 1956 diPadang, Sumatera Barat berdiri dewan benteng yang dipimpin oleh Letnan colonel Achmad Husein.
2.   DiMedan, Sumatera Utara berdiri dewan gajah yang dipimpin oleh Kolonel Simbolon.
3.   Di Sumatera Selatan berdiri dewan Garuda yang dipimpin oleh Kolonel Berlian.
4.   Di Manado, Sulawesi Utara berdiri Dewan Manguni yang dipimpin oleh Kolonel Ventje Sumual.
Dalam mengahadapi gerakan yang dilakukan beberapa dewan diatas, pemerintah mengambil beberapa langkah untuk menyelesaikan masalah anatara Pemerintah Pusat dengan daerah-daerah dengan cara musyawarah.
2.Persaingan Golongan Agama dan Nasionalis
Persaingan antara kelompok Islam dan Kelompok nasionalis/sosialis/non Islam mulai terasa sejak tahun 1950.Partai-partai politik terpecah-pecah dalam berbagai ideology yang sukar dipertemukan dan hanya mementingkan golongannya sendiri.Dalam waktu singkat saja dari tahun 1950-1955 terdapat 4 buah Kabinet yang memerintah.Kabinet-kabinet tersebut secara berturut-turut sebagai berikut.
a.  Kabinet Natsir (6 September 1950-20 Maret 1951)
Kabinet ini dipimpin oleh perdana menteri Mohammad Natsir dan Masyumi.Pada tanggal 20 Maret 1951 Kabinet Natsir bubar sehingga mandatnya diserahkan kepada presiden Soekarno pada tanggal 21 Maret 1951. Penyebab bubarnya cabinet ini anatara lain kegagalan perundingan soal Irian Barat dnegan Belanda.
b.  Kabinet Sukiman (tanggal 26 April 1951- februari 1952)
Kabinet ini mulai resmi dipimpin oleh Dr. sukiman Wirjosandjojo (Masyumi) dan Suwirjo (PNI). Dalam melaksanakan politik luar negrinya,cabinet Sukiman dituduh terlalu condong kepada Amerika Serikat, yakni dengan ditandatanganinnya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan Amerika Serikat Kepada Indonesia atas dasar Mutual Securty Act (MSA).
c.  Kabinet Wilopo ( April 1952-2 Juni 1953)
Kabinet ini dipimpin oleh Mr. Wilopo dari PNI.Kabinet Wilopo berusaha melaksanakan programnya sebaik-baiknya.Kekacauan politik diperparah dengan adanya Peristiwa Tanjung Morawa di Sumatera Timur pada tanggal 16 Maret 1953.Dalam peristiwa ini polisi mengusir para penggarap tanah milik perkebunan.Dan peristiwa ini memunculkan mosi tidak percaya yang kemudian Kabinet Wilopo jatuh pada tanggal 2 Juni 1953.
d.  Kabinet Ali Sastroamidjoyo I (31 Juli 1953-24 Juli 1955)
Kabinet ini terbentuk pada tanggal 31 Juli 1953 yang dipimpin oleh Mr. Ali Sastroamidjoyo dari unsur PNI sebagai perdana menteri.Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada tanggal 18-24 April 1955.Pada tanggal 24 Juli 1955.
 Kabinet Ali I jatuh disebabkan adanya persoalan dalam TNI-AD,yakni soal pimpinan TNI-AD menolak pemimpin baru yang diangkat oleh Menteri Pertahanan tanpa menghiraukan norma-norma yang berlaku dalam lingkungan TNI-AD.
Dengan demikian persaingan antara kelompok agama dan nasionalis yang berlangsung sampai awal tahun 1960-an mengakibatkan keadaan politik nasional tidak stabil.




3.Pergolakan Sosial Politik
Pemilihan Umum I 1955 belum dapat membawa perubahan menuju kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.Misalnya belum ada tanda-tanda perbaikkan ekonomi terutama di daerah-daerah.Hal ini menimbulkan protes baik secara langsung maupun tidak langsung oleh daerah terhadap pemerintah pusat.
Protes yang lain juga dilakukan oleh daerah-daerah diluar jawa dengan alasan pusat tidak memperhatikan daerah. Khusunya Sulawesi Utara dan Sumatera Utara pemerintah dianggap membiarkan penyelundupan-penyelundupan yang dilindungi penguasa-penguasa daerah.Beberapa daerah Sumatera dan Sulawesi merasa tidak puas dengan alokasi biaya pembangunan yang diterimanya dari pusat.
Pergolakan di daerah ini diawali dengan adanya gerakan pengambilalihan kekuasaan oleh Dewan Banteng yang diPimpin oleh Letnan Kolonel Achmad Husein didaerah Sumatera Tengah Dari Gurbenur Ruslan Mulyohardjo pada tanggal 20 Desember 1956.
Gerakan selanjutnya diikuti oleh terbentuknya Dewan Gajah,dan Dewan Manguni. Gerakan pengambilalihan kekuasaan ini selanjutnya pecah menjadi pemberontak terbuka padabulan Februari 1958 yang dikenal dengan pemberontakan “PPRI-Permesta”.



Adapun secara singkat terjadinya pemberontakan-pemberontakan yang merupakan pergolakan social politik pasca pengakuan kedaulatan tersebut sebagai berikut.
a.   Pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)
b.   Pemberontakan  Andi Aziz
c.   Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS)
d.   Pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PPRI) dan pemberontakan piagam pejuangan Rakyat Semesta (Permesta)

Read More ->>

Tuesday, October 8, 2013

Melelang pemain di top eleven dengan mudah

kali ini saya akan membagikan trik melelang pemain di top eleven dengan mudah untuk memenangkan pelelangan


Lihat langkah langkah berikut:
1. Otomatis kita buka top eleven dulu yahh... dan persiapkan Token Minimal kamu.. jangan bilang gag punya token ^^
2. Buka tempat lelang pemain... Cari pemain top yang masih belum ditawar..
3. Disitu anda favoritkan dulu pemainnya... caranya yaitu klik nama pemainnya, trus klik tanda love di pojok kiri atas kotak info... atau lebih sederhananya kita favorite tuh pemain...
4. kemudian refresh permainan top eleven tersebut...
5. Nunggu hingga lelang kurang dari 2 detik kemudian langsung tawar...itu supaya kita menjadi orang terakhir yang menawar.
6. Untuk orang indonesia sebaiknya melakukan penawaran pemain di jam 11 siang sampe jam 2 sore, itu dikarenakan orang2 eropa yang punya banyak token lagi pada bobo.Jadi kemungkinan besar kita akan mendapat sedikit perlawan dari para calon2 pemburu pemain.
Dijamin gak ada saingan buat ngerebutin pemain tersebut deh... asal yang difavorite bukan pemain yang udah ditawar alias udah ada yang mau beli... ok, semoga bermanfaat
Read More ->>

Monday, October 7, 2013

Naruto Akkipuden






Naruto Akkipuden 

Wah apaan tuh akkipuden wkwkwkkw tentu saja bukan aki aki puden Very Happy.Sebenarnya nih adalah lanjutan dari sekuel Naruto Shippuden nah bagi kalian semua nih informasi mengenai Naruto Akkipudennya semoga bermanfaat ^__^

Naruto Akkipuden (ナルト - 疾风 伝, Naruto Akkipuden) adalah sekuel versi animasi seri Naruto Shippuden, Ceritanya sendiri sih berasal dari manga Naruto yang diciptakan oleh Masashi Kishimoto.


Setting Waktu dari Serial petualangan Naruto Uzumaki baru tiga tahun kemudian, Naruto sangat berubah, jauh lebih kuat daripada sebelumnya. Naruto telah tumbuh dan sekarang menjadii Jonin desa konoha.
(Batal jadi Hokage) Nah setting waktunya setelah peperangan Dunia shinobi ke 4 3 tahun lalu. Peperangan itu tentu saja dimenangkan oleh pihak Shinobi walaupun banyak YG gugur dalam pertempuran tersebut.

(akhir Naruto Shippuden) Naruto Uzumaki yang seperti biasa, memutuskan untuk berlatih keras. Naruto sekarang 18 tahun. Tujuan dari pelatihan tiga tahun adalah untuk menguasai yaitu Rasen-Katon teknik rasengan dengan perpaduan Rasa api << Es Krim Maksudnya Bola api rasengan. Dan selama musim ini karakter baru muncul Seperti Fugiwara Tsuba, Suru Sarutobi<<< Mungkin anaknya asuma #IMO, dll. Sakura dan semua sisa teman Naruto juga berubah jadi power Renger maksudnya jadi berubah dari segi penampilan mau pun kekuatan. Tetapi kejutan yang terlibat, itu adalah 3 tahun kita telah mendengar tentang Sasuke Uchiha dan ia memutuskan untuk kembali ke Konoha untuk menghancurkan dan membunuh Naruto Uzumaki untuk mengaktifkan Magenkyu Sharingan Yg lebih kuat. Jadi Masashi Kishimoto akan membicarakan kembalinya Hanabi Hyuuga untuk membunuh adik dan sepupu Neji dan Hyuuga Hinata ). Naruto Akkipuden,Masashi Kishimoto baru saja menggambar beberapa Karakter Naruto Akkipuden, beberapa Masih abstrak dan berlanjut pada saat ini.
Read More ->>

Contoh Cerpen

Pada Malam Bulan Puasa
                Pada saat pertengahan bulan puasa bertepatan dg malam jum’at kliwon q dan tman-tman bermain petak umpet. Sebelumnya kami mencari tempat yg cocok untuk bermain, Kami sepakat untuk bermain di sebelah rumah kosong yg tidak jauh dari rumah ku.
            Diawal permainan aku yg berjaga sampai yg ketiga kali q berjaga aku melihat ada org berbaju putih yg bersembunyi di balik tembok, tpy tak aku hiraukan krn temanku tdk ada yg memakai baju putih. Saat temanku yg jaga, kami bersembunyi di dalam rumah kosong pada awalnya tidak apa-apa agak lama kemudian ada yg mendengar org yg bercakap-cakap di dalam kamar.
            Lalu, ada aku melihat org yg berbaju putih yg sama saat aku mencari teman-temanku dan dia muncul dari kamar dan ternyata  SETAAAAAAAAAAAAAN!!!!!!!!!!! Kami bergegas lari keluar sampai ada yg terbentur pintu ada yg terbentur cendela ada yg jatuh karena sangat takut. Sejak itu kami tidak bermain disitu lagi.
            Jam sudah hampir menunjukan  pukul  10 kami bermain sepak bola dipinggir jalan raya di sana sanggat sepi dan hampir tidak ada yg lewat. Setelah hampir satu jam bermain kami mulai kelelahan sampai ada yg salah tendang ke pinggir bambu yg sangat banyak dan terkesan menakutkan, Saat feri mengambil bola dia mendengar suara  perempuan menangis diatas pohon diapun melihatnya Dan..,,..!! ternyata tidak apa-apa, saat menoleh kedepan sesosok wanita berbaju merah muncul di hadapannya dia berteriak “ha.ha.hantuuuuuuuuuuuu” sambil lari terbirit-birit.
            Aku”ada kok kamu sampai gemeteran seperti itu”.”Aku melihat ada sesosok wanita berbaju merah yg sangat menakutkan saat mengambil bola tadi”jawab feri. Aku”emng ini hari yg sangat menakutkan”.
            Jarum jam menunjukan pukul 12 kami bermain karambol di depan rumah diki , kami membuat kesepakatan yg kalah di beri tepung. Aku hampir kalah truz sampai wajah ku penuh tepung, akhirnya aku bisa menang meski hanya satu kali. Saat kami hampir selesai bermain Adi melihat ada yg bayangan besar tinggi di belakang tubuhku, aku mulai takut dan terpaksa menoleh untuk memastikannya benar / tidak. Saat aku sudah menoleh ada org tinggi besar beridi di belakangku, tanpa memberi respon aku langsung pingsan.
            aku terbangun saat sudah mulai patrol aku bersukur tidak terlambat. Kami mulai patrol dari desa paling selatan, di tengah-tengah prjalanan diki melihat ada yg bayangan org yg terbang di atas kepalanya. Dia tidak menghiraukannya, setelah selesai kita pulang kerumah masing-masing untuk sahur. Saat mau tidur aku masih terbayang hal-hal tadi sampai tidak bisa tidur.

Read More ->>
Powered by Blogger.